LELAKON

Pasar mala ini sunyi dari sosok, tapi tidak dari rasa.Tenda-tenda berdiri, Lampu-lampu menyala, roda bianglal tetap berputar.seolah baru saja seseorang lewat atau kadang datang,barang kali memang selalu ada, tapi tak perlu digambar. “Lelakon” adalah tentang ruang hidup. Tempat di mana manusia menjadi manusia.

SENOPATI BAYU JAGAD

Lahir dari rahim angin,menyimpan gelegar badai di setiap ototnya.matanya menyala, menembus kabut dan waktu,melangkah di dahan, melesat di langit.jiwa ksatria menuntunnya pada jalan pengabdian, tak tergoda pujian, tak gentar oleh maut,takdirnya buka sekadar menghunus senjata,tetapi menegakkan janji yang diucap di dalam dada. Selama masih ada satu cahaya di ufuk,ia akan terbang mengejarnya.

ANTARA

Karya ini merefleksikan ruang-ruang transisi dalam hidup.Antara tenang dan gelisah, ada dan tiada,terang dan gelap. Di sanalah keseimbanganmenemukan maknanya, meski bukan dalam kepastian,melainkan dalam perjumpaan yang terus berlangsung.

JEJAKSAKSI

Pada kayu yang rentacat luruh meninggalkan warnalapisan demi lapisan adalah kisah yang tak pernah sirna Ombak telah lewat angin telah redatapi gurat yang tertinggaladalah saksi yang tak bisa berdusta Hidup seperti kapalberlayar lalu berhenti, namun jejak nya tetap berdiri mengingatkan kita bahwa setiap luka adalah kesaksian cinta waktu.

Design a site like this with WordPress.com
Get started