Tidak Semua hal datang untuk dipahami.Sebagian hanya muncul Sebentar, Meninggalkan tanda,Lalu menghilang sebelum sempat diberi nama. Karya Ini menangkap pertemuan singkat antara kehadiran dan kehilangan,seperti kunjungan yang telah usai bahkan seblum dimulai. Title : JAM BESUK Series : MERAHMix Media On Canvas40 x 40 cmMiftah RizaqYogyakarta, Juni 2026
Author Archives: Miftah Rizaq
TIDAK ADA PESAN
Tidak semua jejak dibuat untuk dibaca.Sebagian hadir sebagai tanda tanpa tujuan.melintas tanpa membawa kabar apa pun. Karya ini membiarkan Kemungkinan itu tetap terbuka:Bahwa sesuatu dapat hadir dengan kuat tanpa harus menejelaskan dirinya. Title : TIDAK ADA PESAN Series : MERAHMix Media On Canvas 40 x 40 cmMiftah RizaqYogyakarta, Juni 2026
ALAMAT SEMENTARA
Ada hal-hal yang hadir tanpa niat untuk menetap.Mereka singgah, meninggalkan jejak,lalu bergerak ke tempat lain tanpa kabar. Karya ini merekam momen singkat ketika sesuatu yang asing sempat menemukan ruang untuk berdiam sebelum kembali kemungkinan.
SISA PERCAKAPAN
Diantara lapisan warna, gestur, dan jejak yang saling menimpa,selalu ada sesuatu yang tertinggal dan tidak pernah benar-benar selesai diucapkan. Karya ini merekam kemungkinan-kemungkinan yang muncul, bertabrakan, lalu mengendap menjadi sisa.BukanTentang apa yang telah terjadi, Melainkan gema yang masih bertahan setelah semua nya berlalu. Title : SISA PERCAKAPANSeries : MERAHMIX Media On Canvas100 x 100 cmMiftahContinue reading “SISA PERCAKAPAN”
SENDA GURAU
Dunia hanyalah ruang tunggu yang dipenuhi senda gurau dan kesementaraan. Di tengah ketidaktahuannya, manusia tetap menganggap semua ini terlalu serius.
PANTASKAH ?
Dihadapan-Mu Aku tak mebawa apa-apa.Hanya langkah yang tersesat,dan hati yang selalu lupa pulang. Maka aku berdiri diam,bukan karena merasa pantas,melainkan karena berharapkasih-Mu lebih luas dari segala kurangku.
TUMBUH
Barangkali syukur bukan tentang memiliki lebih banyak.Barangkali syukur adalah kesadaran bahwa sejak awal kita sudah menjadi bagian dari keagungan-Nya. 🌿 Menjadi Pohon Tidak. Menjadi Hutan pun Tidak.Cukuplah Menjadi Bagian Dari Rahmat Yang sama.
SEBELUM SEGALA NAMA
Nama-nama memang datang belakangan.Sebelum semuanya dipanggil,mungkin semesta hanya berupa rasayang berputar menuju satu pusat. Dan manusia,sejak awal,hanya sedang belajar kembali ke sana.
DARI TITIK KE TITIK SELANJUTNYA
Aku berjalan dari titik ke titik selanjutnyamembawa riuh, takut, dan dunia yang belum selesai.Lalu di tengah pusaran ituaku menemukan satu titik kecilyang diamnyalebih luas dari semesta.
DARI SINI
Semua berputar.Semua datang membawa rindunya masing-masing.Lalu perlahan sadar,ternyata sejak awalpulang ituberangkat dari sini.
