Ada yang ke kanan, banyak juga yang ke kiri. Ada yang tidur dalam posisi tengkurap, ada juga yang meringkuk sambil memegangi perutnya.
Tak hanya sekali do’a-do’a itu merangkak naik memanjat tujuannya. Namun batu-batu bernama keangkuhan itu mengikat erat, kuat, dan berat di pergelangan kakinya.
Aku adalah abu rokok di asbak curian. Kadang juga menjadi bagian dari gerombolan ayam kampung yang mudik tiap sore hari datang. Aku adalah pohon tua yang menukik mencium tanah yang selama ini menopangnya. Konsep cinta yang aku idamkan akhirnya terbayar lunas oleh perasaan yang tidak bisa aku jabarkan bagaimana rasanya.
Title : PERASAAN YANG SUDAH LUNAS
Series : –
Acrylic on Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Maret 2021










