GEGAR

Kumpulan kata-kata datang meski tak diundang, mereka berduyun-duyun menghampiri yang masih nyama dengan mata terpejam.Tanpa ketukan ramah di depan pintu atau panggilan lirih, semuanya langsung menyeruak begitu saja seperti jutaan petir di atas samudra. Kaget, tentu saja. Banyak yang terguncang. Begitupun aku yang mungkin sudah lebih dari porak-poranda kala itu. Tidak semua siap dengan segalaContinue reading “GEGAR”

RERESIK

Kakiku kotor, tanganku kotor, begitu pula wajah dan hampir seluruh badanku. Beberapa waktu belakangan ini aku masih sering bergumul di tengah kubangan yang itu-itu saja. Lelah tentunya. “Aku pengen mentas ben isoh pentas”, mungkin itu yang harusnya kuucap tiap pagi dari dulu. Bangun pagi lalu mulai bersyukur atas hal-hal sekecil apapun yang memang sudah sepantasnyaContinue reading “RERESIK”

KONTEMPLASI SURUP-SURUP

Matahari sudah tenggelam, begitu juga dengan sadarku. Ia pergi bersama dengan kewarasan dan rasa sesal. Menjelang malam, semuanya terlihat begitu putih, air mata diusap dengan kertas bekas surat cinta. Minggu depan akan seperti apa? Seribu tahun lalu terlihat seperti apa? Apakah bintang benar-benar kecil dan indah? Dan semua pertanyaan liar silih berganti mengganggu. Beruang tidakContinue reading “KONTEMPLASI SURUP-SURUP”

WEKAS

“Aku berdiri di tepi kepalaku sendiri, dekat dengan telinga sebelah kiri.Berteriak penuh pesan dengan sedikit amarah, tapi tidak sepenuhnya marah.Kadang juga teriakan itu berisi tawa yang lepas. Mengingatkan diriku sendiri untuk tetap menjadi diriku meskipun dunia ini terkadang menyediakan banyak topeng-topeng. Ada yang terbuat dari emas, ada juga yang dari sampah. Ada yang membuat nyaman,Continue reading “WEKAS”

Design a site like this with WordPress.com
Get started