PASUNG

Tentang rasa lelah, tentang keterbatasan, tentang bosan dan ketidaknyamanan, tentang rasa terpenjara yg menahun, tentang marah, tentang perih yang menyembabkan mata, tentang rasa ingin lepas dan pergi, tentang rasa penat kepada pertengkaran-pertengkaran yang tak berkesudahan, tentang jeritan dan teriakan yang tertahan, tentang mata yang tak ingin lagi kulihat, tentang suara yang tidak lagi ingin kudengar,Continue reading “PASUNG”

TAK APA MENANGIS

Tidak semua berjalan seperti seharusnya.Tidak semua selesai seperti seharusnya.Tidak semua terwujud seperti seharusnya.Tidak selamanya menang.Tidak selamanya benar.Tidak selamanya tenang.Tidak selalu berhasil.Tidak selalu untung.Tidak selalu hebat.Tidak harus berani.Tidak harus berlari.Tidak harus menguasai. Tak apa menangis. Title : TAK APA MENANGISSeries : SILAM104 x 84 cmAcrylic On Canvas and Wooden FrameMiftah RizaqYogyakarta, September 2024

TANDA TANYA BESAR DI KEPALA

Bagaimana bisa?Apa maksudnya?Siapa aku, kamu, kita?Kapan ini semua dimulai dan berakhir?Di mana pertama kali hujan membasahi?Kenapa ada tanda tanya yang besar di dada? Pesan dibaca dengan baik oleh si buta huruf. Terkenang aku sebagai tokoh jahat dalam cerita heroik beberapa orang. Setelah mandi bergegas memakaikan handuk kepada kamar mandi. Diammu terasa berisik sekali. Apa akuContinue reading “TANDA TANYA BESAR DI KEPALA”

YA, KAMU JUGA

Kabar buruk datang, kabar baik juga sesekali.Suara tinggi mengeras, kata-kata tak jelas bergema beringas sayup-sayup meredup ditelan hujan deras. Do’a baik mengalun, sumpah serapah juga datang berduyun-duyun. Aku terengah-engah di tengah jengah. Title : YA, KAMU JUGASeries : SILAMAcrylic On Canvas70 x 50 cmMiftah RizaqYogyakarta, September 2024

JANCUK!

Tak apa memaki, karena laki-laki memang boleh kemaki.Ada “maki” dalam kemaki. Bisa dua arah ia dilemparkan dengan keras.Entah apa jadinya aku tanpa memaki dan dimaki, mungkin kosong, tak bermakna. Title : JANCUK!Series : SILAMAcrylic On Canvas40 x 30 cmMiftah RizaqYogyakarta, September 2024

TERSESAT DI JALAN YANG BENAR

Banyak pintu terbuka seiring jauhnya perjalanan yng telah dilalui, beberapa pintu masih tertutup tapi memang sepertinya tidak terlalu menarik. Mencari jalan terbaik dari yang terbaik. Di hamparan padang pasir tanpa penunjuk jalan ini, terkadang seketika berubah menjadi lautan tak bertepi yang juga tanpa penanda arah. Aku adalah kompas untuk diriku sendiri, tersesat jauh atau mendekatiContinue reading “TERSESAT DI JALAN YANG BENAR”

Design a site like this with WordPress.com
Get started