Hari Raya Seni Rupa

Semua punya caranya masing-masing untuk merayakan Hari Raya/Lebaran. Ada yang senang berkumpul bersama-sama lalu membuat acara, ada juga yang menikmatinya dengan menyendiri dan berkontemplasi.

Begitupun Hari Raya/Lebaran Seni Rupa, biasanya berlangsung mulai dari bulan Juni hingga Agustus. Para penikmat seni akan dimanjakan dengan begitu banyak perhelatan pameran karya dari para seniman, baik itu dalam format tunggal, maupun kolektif.

Layaknya tradisi lebaran, ada juga momen untuk berkunjung ke Studio atau Galeri pribadi seniman. Ramah tamah, makan-minum, pesta kecil-kecilan, juga obrolan santai sembari melihat langsung karya-karya seniman dari tempat di mana keindahan itu dirancang sedemikian rupa.

Kemeriahannya dirasakan tidak hanya bagi para pelaku kesenian, tapi juga para apresian dan khalayak umum.

Di antara 2 jenis orang yang menikmati hari raya seperti di awal tulisan tadi, saya lebih cenderung kepada tipe yang akhir. Bagi saya, hari raya bisa saja dimaknai dengan waktu untuk kembali menengok lebih dalam ke diri sendiri. Koreksi dan introspeksi menjadi agenda penting yang wajib dimaknai secara luas dan utuh.

Ya, kadang saya berpikir bahwa hidup sudah sebegitu ramai setiap harinya, dan tidak ada salahnya jika saya memilih untuk menikmati suka-citanya dengan sedikit diam. Membiarkan sorak-sorai dan hura-hura di sekeliling menjadi pengiring untuk masuk ke ruang sepi yang malah sering terlewati.

Selamat Lebaran Seni Rupa bagi yang merayakannya!

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started