DO’A PEMBUKA

Sebelum kata menjadi suara,
aku duduk dihadapan-mu sebagai hening .
tak membawa apa-apa
selain niat yang sering goyah.

Seekor buruh hitam berjaga
di batas antar tahu dan pasrah,
sementara tanda-tanda dunia
berlalu seperti kertas di udara.

Doa ini bukan permintaan,
melainkan penyerahan arah.
agar langkah pertama
tak tersesat oleh aku,
dan setiap lantun
kembali kepada-Mu
sebagai pulang yang sebenar.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started