KEEP CALM

Di tengah riak yang gaduh,
ia duduk diam,
menjemput sunyi sebagai jalan pulang.

Teratai mekar bukan karena air tenang,
melainkan karena lumpur yang diterima
tanpa dendam.

Nafas menjadi doa,
hening menjelma ibadah,
dan hati belajar tunduk
tanpa merasa kalah.

bukan berarti tak ada badai,
melainkan iman yang memilih
tidak ikut ribut bersama gelombang.

Di titik paling sunyi,
tuhan hadir
sebagai damai
yang tak perlu di bela dengan suara.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started