TEDUH

Di tengah gerak warna yang saling bersahutan, saya belajar bahwa ketenangan bukanlah ketiadaan gelombang, melainkan kesediaan untuk berserah. Emas dan biru bertemu seperti langit dan bumi yang saling merengkuh dalam batin.
Saya percaya, teduh adalah ruang ketika hati berhenti melawan, lalu perlahan memahami bahwa tidak semua harus dikendalikan. Sebab sering kali, damai hadir saat saya mengizinkan diri dituntun oleh kehendak-Nya.

Akrilik pada kanvas
120 x 120 cm
Raharja Series
Yogyakarta, Januari 2026

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started