BELAJAR DUA SISI MAAF

Di sisi luka, Tuhan menumbuhkan restu,
Di sisi dosa, tumbuh rindu yang malu- malu.
Di sisi marah, hati belajar jadi teduh,
dan setiap sakit, ternyata cuma jalan pulang yang baru.

Di sisi benci, kasih mulai tau arah,
di sisi jatuh, rahmat menunggu.
di sisi diam, waktu ikut bersujud,
menyembah dalam sunyi yang tak butuh nama siapapun di situ.

Sebab maaf itu punya dua pintu,
satu untuk yang memohon, satu untuk yang bersedia membuka.
dan keduanya sama-sama disinari Oleh-Mu,
Karena aku tidaklah penting, walaupun ini tentangku.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started