LANTANG NURANI

Di tengah riuh suara palsu,
ada satu bisikan yang menolak diam.
Ia pecah jadi teriakan,
menembus tembok, merobek langit.

Nurani,
tak lagi lirih,
Ia berdiri lantang,
menjadi palagan terkahir manusia.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started