SELARAS

Ada yang berpikir di kepala,
ada yang bergetar di dada.
kedua nya sama-sama mencari arah,
namun tak lagi ingin menang sendiri.

Sebab jalan pulang bukan milik logika,
dan ketenangan bukan milik rasa.
keduanya hanyalah sayap
yang bila dipatahkan salah satunya,
manusia jatuh dari keseimbangannya.

Maka aku biarkan keduanya berbicara,
tanpa saling menuduh,tanpa tergesa,
sampai diam menjadi guru,
dan selaras menjadi doa.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started