Pada tanda yang samar berpendar,
ada bisik angin yang tak pernah bohong,
ada cahaya lembut yang menuntun langkah,
dan jiwa perlahan belajar membaca.
Setiap isyarat bukan sekadar tanda,
melainkan jembatan menuju rasa,
tempat rahayu bersemayam sunyi,
menyulam tenteram dalam dada.
Di balik sasmita yang hening,
tersembunyi berkah tak terucap,
seolah semesta berujar pelan,
“Di sinilah keselematanmu
di sinilah cintamu pulang.”

