Karya yang saya buat di awal tahun kemarin. Salah satu karya utama pada pameran Pindho yang berlangsung bulan Februari kemarin.
Bentuk koreksi diri, refleksi, dan rasa syukur.
Gusti Mboten Sare, Aku Wae Sing Kadang Keturon itu artinya Tuhan tidak tidur, hanya saja aku yang kadang ketiduran dalam bahasa Indonesia.
Setelah serangan jantung di akhir tahun kemarin, banyak hal yg saya sadari dalam hidup. Betapa saya adalah manusia yang kurang bersyukur, kurang waspada, sembrono, dan mudah terlena.
Ya, bisa dibilang ini adalah karya dari seri Pindho yg paling representatif dengan jantung saya.
Kematian adalah hal yang paling dekat dengan hidup, sekaligus jadi hal yang paling sering dilupakan. Entah karena sibuk, takut, atau hal tabu lainnya.
Cepat atau lambat, hari ini atau nanti, kita semua pasti akan menerima kematian sebagai sebuah titik balik perjalanan.
Sungguh pada karya ini, saya mencoba mendalami kembali arti sebuah kematian. Sebuah usaha yang hanya bisa saya lakukan ketika saya masih diberi nyawa dan menulis ini semua.
Mana yang lebih perlu persiapan, mati atau hidup? Layak untuk direnungkan.
Title : Gusti Mboten Sare, Sing Kadang Keturon
Series : –
Acrylic On Canvas
100 x 70 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

