Dosamu diumbar, tapi bukan olehmu.
Bobrokmu digelar, hingga malu menutupi seluruh wajahmu.
Benar atau salah, nanti saja.
Sekedar mencari perhatian atau ingin mendramatisasi suasana agar berujung pada simpati-simpati semu.
Namamu memang tidak disebutkan di awal cerita, namun begitu banyak yang butuh sosok, kau muncul dengan sangat berhasil sebagai yang mereka benci dan nanti.
Entah darah atau nanah yang menetes, tapi disaat semuanya begitu panas, sepertinya kata maafpun masih terlalu liar untuk mereka terima dab dengarkan.
Jangan menyerah, kadang hidup memang sesial itu.
Title : SPILL THE TEA
Acrylic on Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, September 2020

