Ketika cat tinggal sedikit,
aku belajar,
ternyata yang habis bukan selalu harapan.
Ketika kanvas hampir menjadi yang terakhir,
aku mengerti,
bahwa rezeki tidak pernah lahir dari kanvas.
Tangan ini hanya menggores.
Warna-warna ini hanya sebab.
Sedang yang membuatnya menjadi hidup,
bukan aku.
Maka hari ini,
jika yang tersisa hanya doa,
biarlah doa itu menjadi cukup.
Sebab berkali-kali hidup mengajariku,
bahwa bukan aku yang mencukupi hidupku.
Aku hanya sedang dicukupkan.

