Berjalan ke mana saja, bertemu dan berbincang dengan siapa saja.
Saya dengan rokok pabrikan di tangan, dan Simbah dengan tembakau lintingannya. Perbedaan tidak membuat kami jauh, malah justru makin dekat.
Saya bertanya hal-hal ringan seputar kegiatan di sekitar tempat kami mengobrol, topik mengenai cuaca, sedikit bab realita ekonomi, juga berakhir dengan pertanyaan penutup seputar kebahagiaan dan maknanya dari sudut pandang beliau.
Pelajaran indah sore itu. Sebelum akhirnya saya tuangkan kembali apa yang saya dapat dari hidup sore itu ke atas kanvas.
Bagi saya, ini juga bagian penting dari sebuah proses kekaryaan.

