SELEPAS

Bayang mu berjalan tanpa tubuh,
sementara kenangan menjelma burung
yang mencabuti sunyi dari dadaku.

Gelas di meja tumbuh kaki
dan lari ke gelap, mencari arti sendiri.

Aku pun melangkah,
meski tanah sering berubah menjadi laut
di bawah ingatanku.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started