Lahir untuk tenggelam, tapi berlayar juga. Bukan soal sampai atau tidak, tapi tentang memilih tetap mengarungi.
Author Archives: Miftah Rizaq
BERSANDAR
setelah badaidan gelombang tak ramah,ia memilih bersandar,bukan menyerah.
BERTAHAN
Luka pun luruh jadi pelukan airpelan-pelan kuapungkan letihdalam gelombang yang menenangkandan kutemukan dirikumasih setia bernafas pada harapan
ALTERNATIF YANG LUCU-LUCU
“Tenang saja, hidup selalu punya alternatif yang lucu-lucu!”, kataku di depan cermin untuk menenangkan aku yang kadang kala gusar.
PETUALANGAN YANG KITA MULAI
Dulu, saat masih kecil, kita sering berimajinasi ketika menghanyutkan perahu kertas di aliran air, entah itu sungai, selokan, atau parit kecil. Di mata kanak-kanak kita, perahu itu bukan sekadar mainan, melainkan kapal petualang yang gagah berani mengarungi ombak besar. Kita membayangkan betapa hebatnya ia menaklukkan arus, seolah tak gentar menghadapi apa pun yang menghadang. PermainanContinue reading “PETUALANGAN YANG KITA MULAI”
PITU: YANG TAK TERUCAP
mereka tak pernah bertanya kenapa harus kertas atau kenapa harus laut tujuh perahu kecilhanya tau satu hal,melaju adalah cara percayameski tak tahuakan sampai kemana.
DIMENSI KETIGA
Tempat di mana rasa bisa menghentikan logika.Menutupinya sejenak di antara nyata.Misteri adalah yang sebenarnya kita jaga.Dalam tiap waktu yang ditampung bejana.
SAMPAI JUMPA
Barang kali kita adalah jarak yang saling melepas tanpa benar-benar hilangkau mengapung di matakuseperti kenangan yang belum selesaidan aku diam di tepi harimenjaga sebaris kata yang belum sempat kupeluksampai jumpa.
SALAM LESTARI
Di antara rindang yang tak diam,perahu kertas melaju pelan.warna-warni itu bukan pelarian,melainkan pesan yang dititipkan. Tak semua harus kembali.Ada yang cukup hadir,lalu abadisebagai salam yang lestari.
SANGU WANI
Sangu WaniLukisan pertama dari seri PangupojiwoTentang keberanian kecil yang lahir dari bekal keyakinan.
