Kadang, yang kita butuhkan hanyalah satu tempat untuk membuang ragu. Sisanya biarlah mengalir bersama keberanian.
Author Archives: Miftah Rizaq
CUKUPKANLAH!
Apapun itu, cukupkanlah!
HALUAN
Langkah tak lagi menghitung jarak,arah tak lagi menunjuk utara.Segalanya berpusat pada satu titik,tempat laut dan langitmelebur tanpa batas. Di sanalah haluan,bukan menuju luar,melainkan pulang ke dalam.
SANGGA
Menahan, agar tidak runtuh.Menopang, agar tetap tegak.Menguatkan, di tengah condong.Menjaga, di dalam seimbang.
PADA AKHIRNYA
Akan kosong mungkin hampabisa jadi sendiribertemu sepi. Akan penuh mungkin sesakbisa saja ramaibertemu lagi.
SWARANING WARNA
Di antara garis yang tak pernah usai,warna melahirkan suara tanpa kata.Merah menyala, Biru meresap, Kuning berkilau,semuanya menjadi tembang rasa dalam jiwa.
ADAPTASI
Kadang begini, kadang juga begitu bisa jadi begini, bisa jadi juga begitu Harus mau untuk bisa,juga bisa untuk mau. Bukan karena tak punya jangkar, tapi karena yang sudah terhubung harus tetap melingkar.
MIMPI DAN ILUSI
Berdiri di tepi kenyataan bahwamimpi berkelindan dalam warna,ilusi menyalakan bayangan.di antara jatuh dan terbang,hidup mencari seimbang.
RAHAYU ING SASMITA
Pada tanda yang samar berpendar,ada bisik angin yang tak pernah bohong,ada cahaya lembut yang menuntun langkah,dan jiwa perlahan belajar membaca. Setiap isyarat bukan sekadar tanda,melainkan jembatan menuju rasa,tempat rahayu bersemayam sunyi,menyulam tenteram dalam dada. Di balik sasmita yang hening,tersembunyi berkah tak terucap,seolah semesta berujar pelan,“Di sinilah keselematanmudi sinilah cintamu pulang.”
EKSISTENSI
Aku berdiri di antara waktu,menyisakan jejak pada sunyi.Tak perlu ramai untuk nyata,cukup tegak dalam diri.
