Title : JANGAN SAMPAI BERHENTI BERDEBAR
Series : DENYUT DAN DEBAR!
Acrylic On Canvas
140 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : JANGAN SAMPAI BERHENTI BERDEBAR
Series : DENYUT DAN DEBAR!
Acrylic On Canvas
140 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : HIDUP ITU SEDERHANA. KITA HANYA HARUS TIDAK MENYERAH
Series : DENYUT DAN DEBAR
Acrylic On Canvas
100 x 90 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : SEHAT TERUS YA!
Series : DENYUT DAN DEBAR
Acrylic On Canvas
100 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Pandemi seperti sudah hampir selesai, beberapa sudah mulai ramai dan riuh lagi. Jalan-jalan yang biasanya gelap karena entah kenapa lampunya dimatikan juga mulai penuh ingar-bingar kehidupan urban.
Aku masih saja menganggur dengan memilik cicilan dan tagihan yang mungkin jumlahnya sama banyaknya dengan baliho mereka yang ingin tampil di perhelatan akbar skala nasional beberapa tahun lagi.
Tuhan, beri aku pekerjaan! Beri aku uang! Beri aku penghidupan. Aku tau sekarangpun aku masih hidup, tapi jika terus begini, bagaimana nasib perut-perut lain yang harus kuisi? Tidak muluk-muluk aku meminta banyak gizi, cukup mereka tidak menangis di malam hari sembari memegangi perutnya saja aku sudah lega.
Tuhan, pengangguran ini memohon kepadamu. Karena aku sudah lelah memohon pada mereka yang katanya sanggup mewakili dan mengayomi! Mereka tidak bisa berbuat banyak. Tuhan, kau satu-satunya harapan terakhirku! Di saat-saat terakhir ini!
Title : DO’A SEORANG PENGANGGURAN
Series : Synthesis
Acrylic On Canvas
42 x 59 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Saya adalah orang yang tidak sepakat dengan istilah “cinta itu buta”. Bagi saya, malah cintalah yang bisa melihat sesuatunya dengan sangat jernih dan cerah juga jelas.
Cinta yang bisa melihat keikhlasan, ia melihat tulusnya pengorbanan dari sudut pandang yang sangat sederhana.
Cinta juga yang mengantar banyak kaki ke jalan yang lebih terang, mengantar tangan-tangan menggapai sesuatu yang lebih hangat, mengantar peluk ke tempat indah dimana seharusnya mereka berada.
Cinta berupa apa saja. Bisa juga berupa senyum yang kadang kita lupa bahwa ia adalah mesin perdamaian paling hebat. Cinta dalam senyum mampu meredakan perang, mampu mendekatkan jarak, mampu mendinginkan amarah.
Cinta itu sederhana, dan cinta tidak buta.
Title : CINTA TIDAK BUTA
Series : Synthesis
Acrylic On Canvas
42 x 59 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Air adalah salah satu unsur penting di kehidupan. Sederhana, namun berarti. Saya sendiri baru paham bahwa perasaan tenang ketika melihat, mendengar, dan merasakan aliran air itu disebut Hyompora. Perasaan yang melegakan.
Sejatinya hidup memang mengalir dan kita yang memainkan peran juga memilih waktu untuk kapan harus mengikuti atau melawan arus. Apa saja, asal tidak hanyut dan tanpa arah tujuan.
Tenang atau beriak, bergemericik atau menetes, air tetap tidak berubah sifatnya. Terkadang ia juga berkilauan seindah permata ketika cahaya memantul di permukaannya yang lembut. Tapi ia juga bisa sangat gigih dibawa angin menghantam karang dan terus menerus tidak berhenti hingga sesuatu sekokoh batu karangpun kian lama bisa hancur.
Kali ini, biarkan aku menikmati tenangmu. Jangan dulu terbawa badai, jangan dulu merayakan gelombang-gelombang besar!
Title : HYOMPORA
Series : Synthesis
Acrylic On Canvas
42 x 59 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Karya ini sebagai bentuk cinta, duka, dan rasa kehilangan yang dalam.
Kalem-kalem di sana ya, Baci!
Title : BACI
Acrylic On Canvas
15 x 10 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : MELIHAT DENGAN HATI
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
100 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : BEGITU ADANYA
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
185 x 150 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : MEMELUK KETIDAKABADIANMU
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
100 x 90 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021
