NGURI-URI JANJI

Ada hasrat hidup yang terpatri pada tiap-tiap janji. Dan sejatinya hasratlah yang membuat hidup menghimpun gerak dan pikir.
Janji itu baiknya kau jaga betul, kau tulis di buku lusuhmu, kau ucap di do’a malammu, dan kalau perlu, bisa kau abadikan di bawah kulitmu.

Janji itu perkara dirimu dan ekspektasi. Datang membawa harapan dan menumbuhkan keyakinan, janji adalah hutang yang harus dibayar tuntas. Hidup adalah janji, tetap hidup adalah janji yang berat, dan terus hidup adalah janji yang indah.

Pada malam-malam yang aku hafal betul akan seperti apa suara-suara anginnya ini, aku berjanji dan memegangnya dengan teguh. Aku akan mati sekali saja, dan hidup selama-lamanya dalam bentuk yang nirmala.

Title : NGURI-URI JANJI
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 90 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

BEN RA EDAN

Urip nek dipikir kejeron malah kadang ora kelakon, ditandangi wae. Perkoro luput gari njaluk ngapuro.

Duduk dulu sini, sepertinya wajahmu terlihat lelah sekali. Ah betul saja, tangan hingga pundakmu kaku. Mari kubuatkan secangkir kopi ya? Ben ra edan.

Cerita apa yang mau kamu ceritakan! Jangan malu, jangan ragu, tidak perlu kamu tambah-tambahi atau kurang-kurangi. Hidup memang begitu, pilihannya cuma dua, cuma ada gak enak sama gak enak banget. Karena kalo enak ya gak usah dipilih, langsung ambil saja.

Mari kubuatkan secangkir kopi, ben ra edan.
Bagaimana kabar logika dan nalurimu? Mereka sehat? Tubuh dan mentalmu? Masih selaras dan baik-baik saja? Keuangan dan percintaanmu yang beberapa waktu lalu agak kritis itu sekarang sudah mendingan apa malah mendiang?

Title : BEN RA EDAN
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

NATAS, NITIS, NETES

Datang dari tempat yang jauh, kita semua akan pergi ke tempat yang entah apa namanya. Di sini cuma sebentar. Menangis, berkeringat, tertawa, tumbuh, lalu layu.

Bukan tentang seberapa banyak, bukan juga tentang seberapa hebat. Hidup mungkin adalah arena tanding penuh penonton yang bersorak-sorai. Mungkin juga hanya ruang penitipan mimpi.

Sampai berjumpa lagi di tempat dimana tidak ada lagi yang tersisa dari apa-apa yang biasanya kita sombongkan.

Title : NATAS, NITIS, NETES
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 90 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

CENG CENG PO

Hanya yang benar-benar payah yang tidak mau bersusah payah. Tidak perlu selalu menjadi sempurna dan terbaik, cukup berusaha sekeras apa yang mampu diberikan, itu sudah lebih dari cukup.

Pecundang berkumpul berbisik-bisik mencaci para pemenang yang tetap diam, seolah mereka lebih tau mana yang benar dan mana yang salah. Cibirannya dibuat serupa kebenaran hakiki yang wajib diimani, padahal mereka hanya pengarang dusta.

Bagaimana bisa mereka yang tidak menahan lapar, mengusao tangis, menyeka keringat, dan bergumul di dingin angin malam bisa merasa lebih hebat dari pejuang-pejuang yang sesungguhnya?

Ceng ceng po!
Tapi tak apa, sing maido biasane pancem luwih keminter tinimbang sing nglakoni. Jarke wae, ngko lak mati dewe.

Title : CENG CENG PO
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 90cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

KABAR LAN KABAR

Sesuatu itu datang membawa kegilaan buatku, kadang juga membawa tawa dan joget ringan untuk kumainkan.
Sesuatu itu terkadang kutunggu di depan magrib, bersama dengan berpulangnya terik panas yang setengah hari tadi memeluk.

Sesuatu itu seperti taring ular yang menancap pada kulitmu, celanamu, atau bahkan ban bekas. Sesuatu itu tetap datang meskipun kau sudah tutup telingamu dengan kedua tanganmu yang berlumuran angka.

Sesuatu itu bisa jadi putih, bisa jadi juga hitam sepekat mimpimu. Sesuatu itu menarik paksa kedewasaanmu, membawanya jauh ke persimpangan berisi keputusan-keputusan berat.

Sesuatu itu bisa jadi jahat, bisa jadi juga malaikat. Sesuatu itu bisa berisi bawa api, bisa juga berisi kacang hijau kesukaanmu.

Sesuatu itu adalah kabar.

Title : KABAR LAN KABAR
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
180 x 120 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

KESURUPAN SAMBEL ATI

Jangan marah-marah melulu, nanti kamu lekas gila. Seperti aku, aku sekarang gila. Mencampur harapan dan permohonan ke sesuatu yang tidak jelas bentuknya lalu kutunggui sembari duduk memegangi kepalaku sendiri.

Toh semua ini cuma permainan, walaupun ada yang betul-betul memainkannya dengan sangat serius, aku memilih untuk bermain dengan cengengesan tapi tetap penuh perhitungan ‘njlimet’ yang kubuat sendiri.

Kehilangan diri sendiri ketika mencari siapa jati diri itu lucu. Kemasukan banyak hal yang bahkan sebetulnya mungkin tidak kita perlukan. Kita hanya perlu menjadi manusia yang manusia. Tidak perlu mabuk dan membabi buta, tidak perlu juga kesurupan setan, demit, atau mungkin sambel ati.

Title : KESURUPAN SAMBEL ATI
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

MENDEM GEDEN

Kemarilah! Aku sedang tidak baik-baik saja saat ini, sepertinya semuanya juga tidak sedang baik-baik saja. Terlalu banyak orang mabuk yang mengaku sadar, banyak juga orang bodoh yang mengaku pintar.

Aku bingung mana yang harus kupercaya. Mereka yang katanya sadar, atau mereka yang terang-terangan mengaku kalau mereka hilang sadar? Manusia-manusia penyembah kloset atau para pengapling Surga dan Neraka?

Bawakan botolku dan tuang sendiri minuman untukmu, duduk sini di dekatku agar pembicaraan kita tidak didengar oleh mereka yang jumawa melebihi Tuhan, iya mereka, mereka yang bisa menghakimi lebih cepat dari kenyataan dan kesadarannya sendiri.

Kita di sini saja, ya? Di sana pengap. Terlalu banyak topeng.

Title : MENDEM GEDEN
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 70 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

MADEP MANTEP

Meyakinkanmu itu perkara nanti saja, walaupun juga tidak mudah, tapi bisalah.
Yang sulit itu meyakinkan diriku sendiri untuk tidak kebayakan ini dan itu.
Tak apa sekali berarti sesudah itu mati, toh kita cuma akan mati sekali.

Melawanmu itu perkara nanti saja, meskipun juga tidak mudah, tapi bisalah.
Yang sulit itu melawan diriku sendiri untuk tidak nganu dan nganu.
Tak apa sekali berarti sesudah itu mati, toh kita semua juga akan mati.

Aku membulatkan tekad menjadi bulatan-bulan sekuat pukulan, menghantam ragu di tiap-tiap ketidakpastianku sendiri. Berkeringat melawan pikiran-pikiranku sendiri yang terlalu banyak menimbang keseimbangan.

Title : MADEP MANTEP
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

Design a site like this with WordPress.com
Get started