Title : GELAS KACA BERLUBANG
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : GELAS KACA BERLUBANG
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : KURSI TUA DAN ANGIN DUDUK
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
60 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : DINDING HATI BERKARAT
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Title : KENANGAN BERWARNA TUA
Series : WABI-SABI
Acrylic On Canvas
60 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, December 2021

Kita butuh, pasti butuh. Kenapa? Karena kita tidak sekuat itu.
Kalaupun kita kuat, pasti ada yang lebih kuat dari semua ini. Berjalanlah ke sana, ke arah entah apa namanya, biar pikiranmu terbuka. Biar kau sadar bahwa dunia itu tidak hanya tentangmu.
Kita meminta, pasti meminta. Kenapa? Karena kita tidak punya segalanya.
Kalaupun kita punya banyak hal, pasti ada lebih banyak hal lagi yang kita tidak punya. Berlarilah ke sana, bersama angin dan lembaran buku-buku pembentuk sejarah. Biar kau sadar bahwa peradaban ini bukan hanya tentangmu.
Ada yang besar, ada yang jauh lebih besar. Ada yang hebat, ada yang jauh lebih hebat.
Dan kita semua tidak perlu seangkuh itu hingga merasa tidak perlu meminta pertolongan.
Title : PITULUNGAN
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 70 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

Kumpulan kata-kata datang meski tak diundang, mereka berduyun-duyun menghampiri yang masih nyama dengan mata terpejam.
Tanpa ketukan ramah di depan pintu atau panggilan lirih, semuanya langsung menyeruak begitu saja seperti jutaan petir di atas samudra.
Kaget, tentu saja. Banyak yang terguncang. Begitupun aku yang mungkin sudah lebih dari porak-poranda kala itu. Tidak semua siap dengan segala sesuatu yang begitu cepat. Tapi mungkin itu juga salahku, harusnya aku lebih sigap, harusnya aku sudah bisa lebih antisipatif.
Lain kali, kalau mereka datang lagi, aku akan tetap di sini. Menanam kakiku di pasir. Tidak akan gentar, tidak pula gegar.
Title : GEGAR
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 70 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

Kakiku kotor, tanganku kotor, begitu pula wajah dan hampir seluruh badanku. Beberapa waktu belakangan ini aku masih sering bergumul di tengah kubangan yang itu-itu saja. Lelah tentunya.
“Aku pengen mentas ben isoh pentas”, mungkin itu yang harusnya kuucap tiap pagi dari dulu.
Bangun pagi lalu mulai bersyukur atas hal-hal sekecil apapun yang memang sudah sepantasnya disyukuri. Alam adalah kitab yang seharusnya tidak berhenti kita pelajari dan petik ilmunya.
Aku menyapu badanku sendiri dengan sapu lidi meski perih, tapi setidaknya itu akan juga turut merusak banyak hal-hal buruk yang melekat sejak lama. Aku ingin dan akan bersih. Bersih dari hal-hal yang sudah sangat berhasil menyusahkan diriku sendiri.
Title : RERESIK
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
180 x 120 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

Title : PALAGAN
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

Matahari sudah tenggelam, begitu juga dengan sadarku. Ia pergi bersama dengan kewarasan dan rasa sesal. Menjelang malam, semuanya terlihat begitu putih, air mata diusap dengan kertas bekas surat cinta.
Minggu depan akan seperti apa? Seribu tahun lalu terlihat seperti apa? Apakah bintang benar-benar kecil dan indah? Dan semua pertanyaan liar silih berganti mengganggu.
Beruang tidak punya uang, tapi durian punya duri. Ikan paus kesepian tapi ia bingung akan gantung diri dimana untuk mengakhiri rasa sedihnya. Capung bukan helikopter karena dia tidak bising dan mendesing.
Bagaimana jika begini saja, kamu dan aku sama-sama begitu sampai semuanya seperti itu?
Title : KONTEMPLASI SURUP-SURUP
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 75 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022

“Aku berdiri di tepi kepalaku sendiri, dekat dengan telinga sebelah kiri.
Berteriak penuh pesan dengan sedikit amarah, tapi tidak sepenuhnya marah.
Kadang juga teriakan itu berisi tawa yang lepas.
Mengingatkan diriku sendiri untuk tetap menjadi diriku meskipun dunia ini terkadang menyediakan banyak topeng-topeng. Ada yang terbuat dari emas, ada juga yang dari sampah. Ada yang membuat nyaman, ada juga yang merobek dan melukai muka.
Pesanku pada diriku sendiri adalah agar bisa melihat segala sesuatunya dengan lebih baik. Baliho mungkin mulai menjamur di atas aspal yang berlubang, tapi langit tetaplah langit yang jika kau pandangi, tak habis ia ditelan ujung matamu.
Aku tau siapa aku, kalaupun suatu hari aku harus kehilangan diriku sendiri lagi, aku tau kemana harus mencarinya dengan tenang. Semoga bisa diingat seperti itu.”
Title : WEKAS
Series : PINDHO
Acrylic On Canvas
100 x 75 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, January 2022
