Prasasti Janji

Title : PRASASTI JANJI

Series : PRASASTI JANJI

Acrylic On Canvas

100 x 90 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, March 2022

Prasasti Janji merupakan karya penutup dari seri saya yang juga berjudul PRASASTI JANJI. Tentunya karya ini menceritakan tentang gambaran umum dari keseluruhan seri, yaitu tentang bagaimana saya mengatur emosi, bagaimana saya belajar untuk kembali berkomitmen, dan menghidupi janji yang saya harap akan tetap terus hidup dan menghidupi.

Ombak Jangan Marah

Title : OMBAK JANGAN MARAH

Series : PRASASTI JANJI

Acrylic On Canvas

80 x 60 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, March 2022

Karya saya yang berjudul Ombak Jangan Marah ini bercerita tentang perjalanan dan proses saya dalam mengontrol diri sendiri, menahan emosi negatif dan mengalihkannya menjadi hal yang lebih netral. Selain itu, melalui karya ini pula, saya berharap bahwa keadaan akan segera membaik, meski hidup dan hal-hal mengejutkan tak bisa diatur, setidaknya bisa ditebak dan diarahkan menjadi lebih baik.

Inilah cerita hidup. Biarlah tetap bercerita. Biarlah terus hidup.

Antara Dua Kepala yang Sama Kerasnya

Title : ANTARA DUA KEPALA YANG SAMA KERASNYA

Series : PRASASTI JANJI

Acrylic On Canvas

50 x 50 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, March 2022

Karya ini merupakan salah satu karya saya yang terdapat dalam seri PRASASTI JANJI. Seri PRASASTI JANJI ini bercerita tentang apa-apa yang saya lalui di dalam hidup, perjalanan untuk kembali berkomitmen dengan diri dan orang lain, serta hal-hal baik lain yang saya harapkan akan datang di kemudian hari.

Antara Dua Kepala yang Sama Kerasnya

Antara aku dan kamu
Antara kamu dan dia
Antara aku dan diriku sendiri
Antara kamu dan dirimu sendiri
Antara mereka dan kita
Antara mereka dan mereka yang lainnya

Antara kerasnya do’a dan nyata
Antara hujan dan licinnya
Antara jarak dan jauhnya
Antara percaya dan ragunya
Antara satu yang mendua
Antara ada dan tiada
Antara kepalamu dan kepalaku yang sama kerasnya

MENDEM GEDEN

Title : MENDEM GEDEN

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

100 x 70 cm

Miftah Rizaq Yogyakarta, January 2022

Kemarilah! Aku sedang tidak baik-baik saja saat ini, sepertinya semuanya juga tidak sedang baik-baik saja. Terlalu banyak orang mabuk yang mengaku sadar, banyak juga orang bodoh yang mengaku pintar.

Aku bingung mana yang harus kupercaya. Mereka yang katanya sadar, atau mereka yang terang-terangan mengaku kalau mereka hilang sadar? Manusia-manusia penyembah kloset atau para pengapling Surga dan Neraka?

Bawakan botolku dan tuang sendiri minuman untukmu, duduk sini di dekatku agar pembicaraan kita tidak didengar oleh mereka yang jumawa melebihi Tuhan, iya mereka, mereka yang bisa menghakimi lebih cepat dari kenyataan dan kesadarannya sendiri.

Kita di sini saja, ya? Di sana pengap. Terlalu banyak topeng.

CENG CENG PO

Title : CENG CENG PO

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

100 x 90cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, January 2022

Hanya yang benar-benar payah yang tidak mau bersusah payah. Tidak perlu selalu menjadi sempurna dan terbaik, cukup berusaha sekeras apa yang mampu diberikan, itu sudah lebih dari cukup.

Pecundang berkumpul berbisik-bisik mencaci para pemenang yang tetap diam, seolah mereka lebih tau mana yang benar dan mana yang salah. Cibirannya dibuat serupa kebenaran hakiki yang wajib diimani, padahal mereka hanya pengarang dusta.

Bagaimana bisa mereka yang tidak menahan lapar, mengusao tangis, menyeka keringat, dan bergumul di dingin angin malam bisa merasa lebih hebat dari pejuang-pejuang yang sesungguhnya?

Ceng ceng po!

Tapi tak apa, sing maido biasane pancem luwih keminter tinimbang sing nglakoni. Jarke wae, ngko lak mati dewe.

KESURUPAN SAMBEL ATI

Title : KESURUPAN SAMBEL ATI

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

100 x 100 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, January 2022

Jangan marah-marah melulu, nanti kamu lekas gila. Seperti aku, aku sekarang gila. Mencampur harapan dan permohonan ke sesuatu yang tidak jelas bentuknya lalu kutunggui sembari duduk memegangi kepalaku sendiri.

Toh semua ini cuma permainan, walaupun ada yang betul-betul memainkannya dengan sangat serius, aku memilih untuk bermain dengan cengengesan tapi tetap penuh perhitungan ‘njlimet’ yang kubuat sendiri.


Kehilangan diri sendiri ketika mencari siapa jati diri itu lucu. Kemasukan banyak hal yang bahkan sebetulnya mungkin tidak kita perlukan. Kita hanya perlu menjadi manusia yang manusia. Tidak perlu mabuk dan membabi buta, tidak perlu juga kesurupan setan, demit, atau mungkin sambel ati.

MADEP MANTEP

Title : MADEP MANTEP

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

100 x 100 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, January 2022

Meyakinkanmu itu perkara nanti saja, walaupun juga tidak mudah, tapi bisalah.

Yang sulit itu meyakinkan diriku sendiri untuk tidak kebayakan ini dan itu.

Tak apa sekali berarti sesudah itu mati, toh kita cuma akan mati sekali.

Melawanmu itu perkara nanti saja, meskipun juga tidak mudah, tapi bisalah.

Yang sulit itu melawan diriku sendiri untuk tidak nganu dan nganu.

Tak apa sekali berarti sesudah itu mati, toh kita semua juga akan mati.

Aku membulatkan tekad menjadi bulatan-bulan sekuat pukulan, menghantam ragu di tiap-tiap ketidakpastianku sendiri. Berkeringat melawan pikiran-pikiranku sendiri yang terlalu banyak menimbang keseimbangan.

KABAR LAN KABAR

Title : KABAR LAN KABAR

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

180 x 120 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, January 2022

Sesuatu itu datang membawa kegilaan buatku, kadang juga membawa tawa dan joget ringan untuk kumainkan.

Sesuatu itu terkadang kutunggu di depan magrib, bersama dengan berpulangnya terik panas yang setengah hari tadi memeluk.

Sesuatu itu seperti taring ular yang menancap pada kulitmu, celanamu, atau bahkan ban bekas. Sesuatu itu tetap datang meskipun kau sudah tutup telingamu dengan kedua tanganmu yang berlumuran angka.

Sesuatu itu bisa jadi putih, bisa jadi juga hitam sepekat mimpimu. Sesuatu itu menarik paksa kedewasaanmu, membawanya jauh ke persimpangan berisi keputusan-keputusan berat.

Sesuatu itu bisa jadi jahat, bisa jadi juga malaikat. Sesuatu itu bisa berisi bawa api, bisa juga berisi kacang hijau kesukaanmu.

Sesuatu itu adalah kabar.

BEN RA EDAN

Title : BEN RA EDAN

Series : PINDHO

Acrylic On Canvas

100 x 100 cm

Miftah Rizaq

Yogyakarta, January 2022

Karya Ben Ra Edan ini memiliki arti “Agar tidak gila”. Sebab terkadang kita terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya baik-baik saja. Kita hanya harus berpikir sederhana dan berdamai dengan diri sendiri. Agar tak jadi gila, agar tak menghilang dan hanyut dalam isi kepala sendiri.

BEN RA EDAN

Urip nek dipikir kejeron malah kadang ora kelakon, ditandangi wae. Perkoro luput gari njaluk ngapuro.

Duduk dulu sini, sepertinya wajahmu terlihat lelah sekali. Ah betul saja, tangan hingga pundakmu kaku. Mari kubuatkan secangkir kopi ya? Ben ra edan.

Cerita apa yang mau kamu ceritakan! Jangan malu, jangan ragu, tidak perlu kamu tambah-tambahi atau kurang-kurangi. Hidup memang begitu, pilihannya cuma dua, cuma ada gak enak sama gak enak banget. Karena kalo enak ya gak usah dipilih, langsung ambil saja.

Mari kubuatkan secangkir kopi, ben ra edan.

Bagaimana kabar logika dan nalurimu? Mereka sehat? Tubuh dan mentalmu? Masih selaras dan baik-baik saja? Keuangan dan percintaanmu yang beberapa waktu lalu agak kritis itu sekarang sudah mendingan apa malah mendiang?

Design a site like this with WordPress.com
Get started