Kali ini aku memejamkan mata lagi,seperti biasanya, hanya sekejap.tapi semua berputar-putarmembawa tenang yang luas,menjinjing diam yang puas. Kepada sang waktu,aku memintanya berjalan sedikit lebih lambat kali ini.agar tidak tergesa-gesa lagi akubertatap muka dengan nyata dunia. Pelan-pelan kutiup sruling doa,berharap suaranya bisamembangkitkan semoga agar segera. Sementara aku di sini dulu ya!
Category Archives: Artwork
MEDITASI
Begini saja,sekarang kita sama-sama mengingattentang cara untuk melupakan. Kapan pertama kali kau mencium hujan?bukan kah ia datang selepas kemarau panjang? Dan tangis mu memecah heningdan mendermakan hidupnya untuk sepi.lalu aku pergi di antarakaki kursi yang malah mulai menyilang. Begini saja,sekarang kita sama sama mengamatitentang cara untuk melupakan. sanggupkah aku?sanggupkah aku?
KITA SENDIRI YANG CIPTAKAN KIAMAT INI
Langit merah merekam luka,sementara bumi terbaring sebagai tubuhyang kita sakiti perlahan. Pohon-pohon patah adalah doa yang tak sempat selesai,dan puing-puing ituadalah jejak rakus kita yang tak pernah tahu batas. bencana datang bukan sebagai murka,melainkan cerminyang memantulkan siapa sebenarnya kita. Namun di tengah kehancuran,satu tunas tetap bertahan,mengajarkan bahwa harapan hidup tetap adaasal kita berhenti membunuh bumidenganContinue reading “KITA SENDIRI YANG CIPTAKAN KIAMAT INI”
KEEP CALM
Di tengah riak yang gaduh,ia duduk diam,menjemput sunyi sebagai jalan pulang. Teratai mekar bukan karena air tenang,melainkan karena lumpur yang diterimatanpa dendam. Nafas menjadi doa,hening menjelma ibadah,dan hati belajar tunduk tanpa merasa kalah. bukan berarti tak ada badai,melainkan iman yang memilih tidak ikut ribut bersama gelombang. Di titik paling sunyi,tuhan hadir sebagai damai yang takContinue reading “KEEP CALM”
HOPE
Di tanah asingaku duduk tanpa arah,namun engkau tetap dekat. Harap tak berteriak,ia hanya berbisik:bertahanlah. Sebab bahkan saat tersesat, aku masih digenggam oleh-Mu.
SERBA BEGITU
Aku tidak mencari arah,Karena semua jalan sudah kau lewati lebih dulu.Waktu hanya berputar di izin-Mu Di antara ganjil dan sunyi,Aku berhenti melawan makna.Serba begitu,Dan di situlah aku Kau tenangkan.
TAMPAK TIDAK ASING
Sepertinya tampak tidak asing,apakah kita pernah bertemu? Tapi di mana? Ah iya, aku ingat sekarang!kita beberapa kali bersua di titik terendah itu ya? Benar, bukan? Siapa namamu?Namaku Percaya.Oh, kamu ada Menyerah. Baiklah, semoga setelah ini kita tidak perlu bertemu lagi ya!
PENYERAHAN
Aku perahu yang letih,mengikat bebannya sendiri,namun tetap mengapung di laut tak bernama. Di langit, tanda-tanda kecilmelayang tanpa suara mengajari bahwa terang tak selalu berbentuk Dalam diam kupahami:Penyerahan bukan kalah,melainkan kembali pada Yang Membawa.
DO’A PEMBUKA
Sebelum kata menjadi suara,aku duduk dihadapan-mu sebagai hening .tak membawa apa-apa selain niat yang sering goyah. Seekor buruh hitam berjaga di batas antar tahu dan pasrah,sementara tanda-tanda dunia berlalu seperti kertas di udara. Doa ini bukan permintaan,melainkan penyerahan arah.agar langkah pertamatak tersesat oleh aku,dan setiap lantun kembali kepada-Musebagai pulang yang sebenar.
PUJIAN UNTUK SUKA-DUKA
Suka-Duka adalah dua nada dari lantunan yang sama.Yang datang bukan untuk dipilih ,melainkan diterima Dalam jatuh, Engkau mengajariku rendah.Dalam senang, Engkau mengajariku ingat.maka puji keduanya sebagai jalan pulang,sebab segala rasa adalah caramu menyapaku agar tetap hidup.
