“Tenang saja, hidup selalu punya alternatif yang lucu-lucu!”, kataku di depan cermin untuk menenangkan aku yang kadang kala gusar.
Author Archives: Miftah Rizaq
PETUALANGAN YANG KITA MULAI
Dulu, saat masih kecil, kita sering berimajinasi ketika menghanyutkan perahu kertas di aliran air, entah itu sungai, selokan, atau parit kecil. Di mata kanak-kanak kita, perahu itu bukan sekadar mainan, melainkan kapal petualang yang gagah berani mengarungi ombak besar. Kita membayangkan betapa hebatnya ia menaklukkan arus, seolah tak gentar menghadapi apa pun yang menghadang. PermainanContinue reading “PETUALANGAN YANG KITA MULAI”
PITU: YANG TAK TERUCAP
mereka tak pernah bertanya kenapa harus kertas atau kenapa harus laut tujuh perahu kecilhanya tau satu hal,melaju adalah cara percayameski tak tahuakan sampai kemana.
DIMENSI KETIGA
Tempat di mana rasa bisa menghentikan logika.Menutupinya sejenak di antara nyata.Misteri adalah yang sebenarnya kita jaga.Dalam tiap waktu yang ditampung bejana.
SAMPAI JUMPA
Barang kali kita adalah jarak yang saling melepas tanpa benar-benar hilangkau mengapung di matakuseperti kenangan yang belum selesaidan aku diam di tepi harimenjaga sebaris kata yang belum sempat kupeluksampai jumpa.
SALAM LESTARI
Di antara rindang yang tak diam,perahu kertas melaju pelan.warna-warni itu bukan pelarian,melainkan pesan yang dititipkan. Tak semua harus kembali.Ada yang cukup hadir,lalu abadisebagai salam yang lestari.
SANGU WANI
Sangu WaniLukisan pertama dari seri PangupojiwoTentang keberanian kecil yang lahir dari bekal keyakinan.
LELAKON
Pasar mala ini sunyi dari sosok, tapi tidak dari rasa.Tenda-tenda berdiri, Lampu-lampu menyala, roda bianglal tetap berputar.seolah baru saja seseorang lewat atau kadang datang,barang kali memang selalu ada, tapi tak perlu digambar. “Lelakon” adalah tentang ruang hidup. Tempat di mana manusia menjadi manusia.
SENOPATI BAYU JAGAD
Lahir dari rahim angin,menyimpan gelegar badai di setiap ototnya.matanya menyala, menembus kabut dan waktu,melangkah di dahan, melesat di langit.jiwa ksatria menuntunnya pada jalan pengabdian, tak tergoda pujian, tak gentar oleh maut,takdirnya buka sekadar menghunus senjata,tetapi menegakkan janji yang diucap di dalam dada. Selama masih ada satu cahaya di ufuk,ia akan terbang mengejarnya.
GARANG TANTANG
Ia bukan sekadar ksatria,ia badai yang menolak dijinakkan,liar sejak mula, buas karena setia,menyapu angkara demi janji yang tak pernah pudar.
