Intuisi, bahasa jiwa yang samar, Memandu kita melewati lorong yang tak terjelajahi sadar. Bukan sekadar firasat, atau angan-angan, Tapi kepercayaan dalam diam yang tak teringkari oleh keraguan.
Ia adalah jawaban sebelum ada pertanyaan, Menjelma rasa yang tak butuh penjelasan. Dalam setiap simpul yang tak terurai, Ia bagaikan angin lembut, yang tahu kapan harus sampai.
Title : INTUISI Series : KATARSIS Acrylic On Canvas 60 x 60 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, October 2024
Banyak yang ia simpan sendiri, ia membaginya cukup kecil hingga meski berdesakan, tapi tetap saja mau tidak mau harus muat untuk dimasukkan ke kotak-kotak di pikirannya.
Ia mungkin sosok yang paling baik-baik saja ketika ditanya tentang keadaannya, tapi wajahnya tidak selamanya tangguh berperan. Kantong mata itu bukan hanya karena kurang tidur, bisa jadi itu kumpulan dendam, tangis yang tertahan, mimpi yang harus gugur, dan sesal yang tak kunjung hancur.
Selama ia bisa memeluk malam dengan kesendirian, selama itu juga tak akan pernah benar-benar ada cerita tentang ragu, takut, lemah, bingung, dan cemasnya.
Ada gemuruh ombak di kepalanya, badai di dadanya, dan mungkin angin kencang di yakinnya. Ia tidak bercerita, karena yang ia tau, orang lain hanya melihatnya sebagai batu karang yang tangguh.
Biarlah seperti itu, biarlah ia tidak bercerita jika memang belum ingin. Nanti jika saat itu tiba, saat cerita-cerita itu berderai bersama air mata, cukuplah terima dan jangan lagi mematahkan semangatnya!
Title : LAKI-LAKI TIDAK BERCERITA Series : KATARSIS Acrylic On Canvas 80 x 60 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, November 2024
Entah semua terasa terburu-buru belakangan ini, atau aku yang tanpa sadar mulai melambat. Burung hantu terjaga menjaga sadarnya. Jam pasir mendesir perlahan tapi pasti di atas aku dan ketidakpastianku.
“Berhenti! Anda dilarang masuk! Akal sehat sedang dalam perbaikan”, ucap seseorang di kelapaku saat aku mencoba memajukan bidak catur ke arah yang sembrono.
Yasudah, mari kembali menyeruput kopi yang semakin lama harganya semakin sama dengan kewarasan. Oh ya, aku juga menulis surat untuk kalian yang kepalanya berisi badai. Isinya? Ada di belakang badaimu sendiri. Pahami saja.
Title : SELF PORTRAIT Series : KATARSIS Acrylic On Canvas 100 x 80 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, November 202475w
Tidak ada yang perlu dijelaskan dari sebuah ketidakjelasan, karena sudah jelas-jelas tidak.
Mengejar iya untuk tidak? Aku dan kata-kata di kepalaku berkelahi dengan sengit sekali hingga diam menjadi pemenang bertahannya.
Jangankan dalam hidup nyata, dalam mimpipun ketika bertemu persimpangan, aku masih saja bingung mau ke mana. Ah ke manapun itu, kalaupun tersesat, itu lebih baik daripada tidak ke mana-mana, ya kan?
Title : UNTITLED 1 Series : SURE. REAL. IS. ME Acrylic On Canvas 80 x 60 cm Miftah Rizaq Yogyakarya, November 2024
Tiba-tiba kepalaku mengangguk meng-iya-kan bahwa sudah terlalu jauh jika harus menyerah sekarang.
Semua akan pergi, entah ke mana, tapi pasti akan. Jadi, apa pilihan lain selain membiasakan diri berdiri dan bertarung sendiri sampai selesai?
Harapan yang ditusuk kesendirian, Mimpi yang dibunuh keraguan, Angan yang dicekik kekhawatiran, atau do’a yang dihalangi ketidakpastian.
Dan aku tetaplah aku yang menuju tempat terakhir itu.
Title : SUDAH TERLALU JAUH JIKA HARUS MENYERAH SEKARANG Series : SURE. REAL. IS. ME Acrylic On Canvas 60 x 80 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, November 2024
“Sebelas duabelas kukira istilah, ternyata pajakku!”, ucap seseorang sembari membaca selembar kertas koran di sampingku. Suaranya terdengar kesal sekali, tapi kepalanya sama sekali tidak tertunduk sedikitpun.
Ia gigit busa ujung rokoknya, ia nyalakan lagi karena sebelumnya sempat hampir mati. Ia tau, bara api itu tak boleh benar-benar pupus. Di situasi seperti ini, semuanya harus tetap dijaga baik-baik.
Semuanya akan pergi, jadi tidak ada alasan untuk tidak percaya pada diri sendiri! Hingga waktunya tiba dan kalau memang hidup adalah pertarungan, mari berikan pertarungan terbaik!
Panjang umur orang-orang yang memperjuangkan hidupnya!
Title : PERTARUNGAN TERBAIK Series : SURE. REAL. IS. ME Acrylic On Canvas 50 x 40 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, November 2024
Jangan lantas kehilangan dirimu sendiri hanya karena seseorang mengaku telah menemukanmu! Coba sesekali berkaca pada pecahan bara api, di sana ada banyak sekali potongan kecil dirimu yang berserakan. Kumpulkan pelan-pelan, satukan lagi!
Jangan berhenti hanya karena ada yang mendahuluimu! Coba sesekali minum dari potongan kertas basah yang berurai itu, di sana banyak sekali sisa-sisa tulisanmu yang berantakan. Kumpulkan pelan-pelan, satukan lagi!
Title : JANGAN TERLALU NYAMAN! Series : SURE. REAL. IS. ME Acrylic On Canvas 100 x 80 cm Miftah Rizaq Yogyakarta, November 2024
Terlalu banyak teka-teki yang harus dipecahkan di tengah semakin sempitnya waktu yang dimiliki, begitu hidup benar-benar memperlakukan kita.
Diam kadang menjadi bentuk paling introspektif dari sebuah perjalanan. Tersesat dan tak tentu arah, dibatasi dan membatasi, tidak ada sesiapa yang bisa dimintai jawaban selain potret diri sendiri. Oleh karenanya, kehilangan diri sendiri adalah hal mutlak yang bahkan tidak boleh masuk dalam daftar pilihan.
Di tengah gelap, Di antara hitam, Aku berharap bisa bertemu aku.
Title : HITAM Series : SURE. REAL. IS. ME Acrylic On Canvas 70 x 100 cm Yogyakarta, November 2024