Title : MELIPAT DO’A DENGAN RAPI AGAR TIDAK DIMAKAN BOSAN
Series : KONSTELASI DO’A
Mix Media On Canvas
100 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Mei 2025

Title : MELIPAT DO’A DENGAN RAPI AGAR TIDAK DIMAKAN BOSAN
Series : KONSTELASI DO’A
Mix Media On Canvas
100 x 80 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Mei 2025

Title : PASTI PENUH KETIDAKPASTIAN
Series : KONSTELASI DO’A
Mix Media On Canvas
80 x 60 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Mei 2025

Di tepi ombak, karya ini lahir tanpa nama, tanpa tujuan selain rawuh. Ia bukan bagian seri manapun, bukan pula rangkaian, ia tumitah. Seperti manembah tanpa suara, menyatu dengan pasir, angin, dan rasa. Lir tanpa bentuk, namun ngemban makna.
Title : TUMITAH
Series : –
Mix Media On Canvas
80 x 60 cm
Miftah Rizaq
Gunung Kidul, Juni 2025

Title : RASA ING SASMITA
Series : –
Acrylic On Canvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, June 2025

Title : PEJANTAN
Series : TARUNG!
Acrylic On Canvas
50 x 50 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Juli 2025

Title : YOU AND ME
Series : –
80 x 60 cm
Acrylic On Canvas
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Juli 2025

Title : GELORA
Series : TARUNG!
Acrylic On Canvas
40 x 40 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, July 2025

Hai, Awal!
Kita bertemu lagi. Kali ini tampaknya sudah cukup siap untuk berangkat lebih jauh.
Lebih sedikit ragu yang dibawa, lebih banyak percaya yang ditata, juga lebih sedikit takut yang membebani di sana.
Hai, Awal!
Tentu setelah ini tetap tidak mudah. Tapi bukankah hidup sudah cukup mengajarimu bahwa menyerah bukanlah pilihan?
Hati-hati di jalan ya!
Hai, Awal!
Akhirnya kita bertemu di sini, di titik setelah entah berapa lamanya.
Kali ini, kita hingga akhir ya!

Sampai juga aku di sini,
dengan tubuh penuh coretan,
dan warna yang tak selalu cocok
dengan dunia.
Aku perahu kertas
yang tahu betul akan lebur,
tapi tetap memilih
mengapung di senja terakhir.
Batu-batu tak kuhindari,
matahari tak kupuja.
Aku cuma ingin hadir,
meski sebentar,
di tengah segala yang nyaris kering.

Sebuah perahu dari kata-kata kecil, mengapung di semesta yang diam. Ia tidak punya peta, hanya bekal ingin tahu. Maka ia belajar membaca ruang, meski bukan dengan mata, tapi dengan rasa.
