ENOUGH

Tentang sebuah doa dari hati yang lelah, ditulis dalam bahasa kejujuran yang masih berani berharap. Telah ku tempuh jalan sejauh doa,dengan luka yang mulai jinak di dada.tak lagi ingin menangcukup ingin tenang. Dan jika esok belum terang,biarlah malam ini jadi tempatku pulang.

DI ANTARA AKU DAN AKU

Aku ini bukan suci,cuma tak ingin terus kotor. Didalam diriku, ada dua akuyang satu mengejar cahaya,yang satu masih jatuh di lumpur. Kadang mereka bertengkar,kadang saling diam,kadang malah sama-sama letih. Tapi engkau,kau tidak pernah lelah menunggu. Jadi kalau aku masih melawan diriku sendiri,mungkin itu tanda engkau masih mencintaiku. Di antara aku dan aku,aku tidaklah penting,yang terpentingContinue reading “DI ANTARA AKU DAN AKU”

Design a site like this with WordPress.com
Get started