Keyakinan

Itu bukan hanya batu yang diam. Dalam benakku, ia berputar kencang, melampaui hukum fisika, menjelma poros semesta yang memutar waktu dan takdir.

Perahu kertas itu adalah pikiranku yang mengeja keajaiban, tak mampu menyamai kecepatannya, hanya bisa diam dan menerima.
Begitulah aku melihat hidup. Tuhan yang Maha Mengatur, dan aku yang belajar percaya.

Karena keyakinan bukan soal mengerti segalanya, tapi berani diam di tengah pusaran, dan tetap percaya bahwa semua akan sampai pada tempatnya.

Published by Miftah Rizaq

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started