Keyakinan

Itu bukan hanya batu yang diam. Dalam benakku, ia berputar kencang, melampaui hukum fisika, menjelma poros semesta yang memutar waktu dan takdir. Perahu kertas itu adalah pikiranku yang mengeja keajaiban, tak mampu menyamai kecepatannya, hanya bisa diam dan menerima.Begitulah aku melihat hidup. Tuhan yang Maha Mengatur, dan aku yang belajar percaya. Karena keyakinan bukan soalContinue reading “Keyakinan”

Kenapa Perahu Kertas?

Fakta menariknya adalah bahwa saya belum pernah membuat perahu kertas hingga beberapa hari lalu diajarkan oleh Mas Arif, Manager saya. Saat kecil, ketika teman-teman lain membuat perahu kertas, saya lebih memilih membuat mainan berbentuk pesawat untuk diterbangkan. Sampai pada hari di mana saya sadar bahwa perahu kertas punya makna filosofis yang dalam tentang hidup. IaContinue reading “Kenapa Perahu Kertas?”

Sampai Juga Di Sini

Sampai juga aku di sini,dengan tubuh penuh coretan,dan warna yang tak selalu cocokdengan dunia. Aku perahu kertasyang tahu betul akan lebur,tapi tetap memilihmengapung di senja terakhir. Batu-batu tak kuhindari,matahari tak kupuja.Aku cuma ingin hadir,meski sebentar,di tengah segala yang nyaris kering. Mukadimah – Miftah Rizaq

Hai, Awal! (Mukadimah)

Hai, Awal!Kita bertemu lagi. Kali ini tampaknya sudah cukup siap untuk berangkat lebih jauh.Lebih sedikit ragu yang dibawa, lebih banyak percaya yang ditata, juga lebih sedikit takut yang membebani di sana. Hai, Awal!Tentu setelah ini tetap tidak mudah. Tapi bukankah hidup sudah cukup mengajarimu bahwa menyerah bukanlah pilihan?Hati-hati di jalan ya! Hai, Awal!Akhirnya kita bertemuContinue reading “Hai, Awal! (Mukadimah)”

TARUNG!

Karya-karya terbaru oleh Miftah Rizaq Dalam mini seri bertajuk TARUNG!, Miftah Rizaq menghadirkan sepuluh karya lukisan yang mengangkat tema pertarungan bukan semata sebagai kekerasan, melainkan sebagai metafora atas semangat hidup, kegigihan, dan keindahan perjuangan. Berbeda dari pendekatan abstrak yang ia eksplorasi dalam seri-seri sebelumnya, pada TARUNG! Rizaq memilih jalur realis ekspresionisme: memadukan bentuk figuratif yangContinue reading “TARUNG!”

HADIR

Lukisan ini lahir setelah saya duduk cukup lama di tepi Pantai.Menghirup angin, mendengar ombak, menyaksikan buih dan burung-burung yang melintas.Semua terasa hidup. Semua mengajak untuk benar-benar hadir. Saya berdiri di hadapan kanvas tanpa rencana, tanpa keraguan.Hanya tubuh, warna, dan rasa yang ingin jujur.Karena hidup tak selalu harus dimengerti, cukup dirasakan, dihayati, dan dihadiri. Title :Continue reading “HADIR”

Harmoni dalam PERAYAAN

Saya melanjutkan proses melukis di kebun kecil sebelah rumah dengan tubuh terbuka pada udara pagi, kaki menyentuh tanah, dan gending Jawa yang mengalun pelan di kejauhan. Dupa mengepul, langit teduh, dan suara-suara alam menyatu dalam irama yang tidak saya atur, tapi saya ikuti. Di atas kanvas, saya tidak sedang memaksakan bentuk.Saya mendengarkan gerak tangan, mengikutiContinue reading “Harmoni dalam PERAYAAN”

Konstelasi Do’a

Di antara gelap malam dan diam langit, kita mengenali keberadaan bintang-bintang—cahaya kecil yang memberi arah, harapan, dan kadang hanya sekadar kehadiran. Konstelasi Do’a adalah upaya saya dalam merangkai cahaya-cahaya itu: pengalaman, ledakan harapan, dan monolog–dialog spiritual yang selama ini tumbuh dalam diri. Konstelasi Do’a adalah peta rasa yang tak hendak menuntun, tapi mengajak merenung. DiContinue reading “Konstelasi Do’a”

Design a site like this with WordPress.com
Get started