Di ufuk merah, langit menjerit,ombak bangkit, menggedor sunyi. Ada suara yang riung,terhimpun diujung gelombang,menyatu jadi gelegar,menyeret kabar ke palagan. inilah pesan laut tak ada yang abadi menahan arus,tak ada istana kukuh dari pasir. Segala yang congkakakan runtuh dihempas riuh,sebab rakyat adalah samudera,dan samudera tak pernah bisa dibungkam.
Author Archives: Miftah Rizaq
IBU
Kain lawas ini adalah pengikat rasa,mesin pemutar ingatan akan rasa hangat dan dekat penuh cinta. sejatinya yang harus kita tolak adalah lupa,pada ibu.ibu yang membawa kita hingga lahir, dan ibu yang menerima kita saat semua berakhir. Kandung atau pertiwi,Keduanya punya arti dan perjuangan sejati.Yang harus dijaga dengan juang, wajib dibanggakan dalamkenang, dan dihidupkan dalam setiapContinue reading “IBU”
LANTANG NURANI
Di tengah riuh suara palsu,ada satu bisikan yang menolak diam.Ia pecah jadi teriakan,menembus tembok, merobek langit. Nurani,tak lagi lirih,Ia berdiri lantang,menjadi palagan terkahir manusia.
SEBUAH LANGKAH UNTUK MENGUSIR KALAH, MENGUBUR LELAH, DAN MENOLAK HASRAT MENYERAH II
Rapuh bukan alasan berhenti.setiap luka bisa melahirkan daya,setiap lelah dikubur oleh keberanian melangkah lagi. menolak kalah bukan soal menang,tapi berani hadirmeski hati retakmeski dunia berisik.
GEGAP GEMPITA RUPA WAKTU
Hitam beradu,Merah memburu,Putih menyatu,Palagan menderu!
IMPORTANT
Keluarga tidak selalu utuh, kadang penuh keluh dan keruh.Namun justru dalam jarak itu, kita belajar arti pulang.yang penting bukan kesempurnaan, melainkan kedekatan yang tak tergantikan.ini sekaligus pengingat bahwa entah mengapa, inti hidup selaluberporos pada rumah.
MINIMALISME
Dalam lengan warna,sunyi justru bersuara.kurangi, lalu temukan,betapa penuh itu yang sederhana.
HEAL
Setiap luka menyisakan jejak,bukan untuk dihapus,tapi diingat sebagi bukti bahwa kita pernah bertahan. Tentang reda setelah badai,diam yang menyembuhkan.
LISTEN
Suara itu.Sunyi ini. Ramai di sana.Sepi di mana? Dengar! Dengar?
SILENT
Suara itu.Sunyi ini. Riuh dan hening beradu nyali di sana.Tepat di ujung kepalaku. Sepi di mana?Tenang sudah datang? Diam? Diam!
