ENOUGH

Tentang sebuah doa dari hati yang lelah, ditulis dalam bahasa kejujuran yang masih berani berharap. Telah ku tempuh jalan sejauh doa,dengan luka yang mulai jinak di dada.tak lagi ingin menangcukup ingin tenang. Dan jika esok belum terang,biarlah malam ini jadi tempatku pulang.

DI ANTARA AKU DAN AKU

Aku ini bukan suci,cuma tak ingin terus kotor. Didalam diriku, ada dua akuyang satu mengejar cahaya,yang satu masih jatuh di lumpur. Kadang mereka bertengkar,kadang saling diam,kadang malah sama-sama letih. Tapi engkau,kau tidak pernah lelah menunggu. Jadi kalau aku masih melawan diriku sendiri,mungkin itu tanda engkau masih mencintaiku. Di antara aku dan aku,aku tidaklah penting,yang terpentingContinue reading “DI ANTARA AKU DAN AKU”

BELAJAR DUA SISI MAAF

Di sisi luka, Tuhan menumbuhkan restu,Di sisi dosa, tumbuh rindu yang malu- malu.Di sisi marah, hati belajar jadi teduh,dan setiap sakit, ternyata cuma jalan pulang yang baru. Di sisi benci, kasih mulai tau arah,di sisi jatuh, rahmat menunggu.di sisi diam, waktu ikut bersujud,menyembah dalam sunyi yang tak butuh nama siapapun di situ. Sebab maaf ituContinue reading “BELAJAR DUA SISI MAAF”

SRAWUNG

Srawung itu bukan cuma ngobrol atau nongkrong.Itu latihan ngalah, latihan ngerti, latihan nerimo perbedaan tanpa ngaku paling bener.Kalau srawungmu cuma biar disukai, itu dagang, bukan hubungan.Kalau cuma sama yang sejalan, itu geng, bukan kemanusiaan.

Design a site like this with WordPress.com
Get started