Ada nyala yang tidak ingin menjadi besar,tidak pula ingin padam.Ia memilih tinggal,di antara sisa, luka, dan waktu yang terus berjalan.Menyala lama, bukan untuk dilihat,tapi untuk tetap hidup. Akrilik Pada Kanvas120 x 120 cmWooden frameRaharja SeriesMiftah RizaqYogyakarta, Januari 2026
Author Archives: Miftah Rizaq
JALAN TERUS
Jalan terusdi atas batu yang tak pernah lunak.Seorang lelakimenggendong egoisnya sendiri,diam, tapi berisik di dalam. Bulu-bulu jatuhdari sesuatu yang pernah terbang.Semangat menyala tanpa alasan,tanpa tujuan yang pasti. Jalan terus,karena berhentibukan pilihan.
SESAMPAINYA SEPI
aku sampaidengan sisa-sisa jalan di tubuhkuyang kutemuibukan peluk, bukan suarahanya ruangyang tidak mengenal namaku lagi
AFIRMASI
aku bilang aku baik-baik saja,bukan karena semuanya tenangtapi karena aku masih bertahan dan hari ini,itu sudah cukup
RESIDU
tenang ini tipis.seperti sesuatu yang ditahan.aku bilang cukup.padahal belum.
FRIKSI
tidak ada yang kalah.tidak ada yang menang.aku menyebutnya cukup.meski terus beradu.
ENDAP
yang tersisa tidak bergerak.ia hanya menetap di dalam.aku menyebutnya selesai.meski belum hilang.
TINGGAL DI DALAM TANDA TANYA
Dimensi Ketiga
Tempat di mana rasa bisa menghentikan logika.Menutupinya sejenak di antara nyata.Misteri adalah yang sebenarnya kita jaga.Dalam tiap waktu yang ditampung bejana.
Keyakinan
Itu bukan hanya batu yang diam. Dalam benakku, ia berputar kencang, melampaui hukum fisika, menjelma poros semesta yang memutar waktu dan takdir. Perahu kertas itu adalah pikiranku yang mengeja keajaiban, tak mampu menyamai kecepatannya, hanya bisa diam dan menerima.Begitulah aku melihat hidup. Tuhan yang Maha Mengatur, dan aku yang belajar percaya. Karena keyakinan bukan soalContinue reading “Keyakinan”
