KEEP CALM

Di tengah riak yang gaduh,ia duduk diam,menjemput sunyi sebagai jalan pulang. Teratai mekar bukan karena air tenang,melainkan karena lumpur yang diterimatanpa dendam. Nafas menjadi doa,hening menjelma ibadah,dan hati belajar tunduk tanpa merasa kalah. bukan berarti tak ada badai,melainkan iman yang memilih tidak ikut ribut bersama gelombang. Di titik paling sunyi,tuhan hadir sebagai damai yang takContinue reading “KEEP CALM”

DO’A PEMBUKA

Sebelum kata menjadi suara,aku duduk dihadapan-mu sebagai hening .tak membawa apa-apa selain niat yang sering goyah. Seekor buruh hitam berjaga di batas antar tahu dan pasrah,sementara tanda-tanda dunia berlalu seperti kertas di udara. Doa ini bukan permintaan,melainkan penyerahan arah.agar langkah pertamatak tersesat oleh aku,dan setiap lantun kembali kepada-Musebagai pulang yang sebenar.

DALAM TENANG

Karya ini saya buat dengan membiarkan tubuh dan rasa bergerak tanpa dorongan untuk menjelaskan apa pun. Lapisan biru saya biarkan bertemu, bertabrakan, lalu menemukan ritmenya sendiri. Emas hadir bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai penanda momen ketika batin terasa terang.Bagi saya, tenang bukan keadaan kosong. Ia adalah ruang tempat semua gelombang diterima tanpa perlu ditolak. DalamContinue reading “DALAM TENANG”

TEDUH

Di tengah gerak warna yang saling bersahutan, saya belajar bahwa ketenangan bukanlah ketiadaan gelombang, melainkan kesediaan untuk berserah. Emas dan biru bertemu seperti langit dan bumi yang saling merengkuh dalam batin.Saya percaya, teduh adalah ruang ketika hati berhenti melawan, lalu perlahan memahami bahwa tidak semua harus dikendalikan. Sebab sering kali, damai hadir saat saya mengizinkanContinue reading “TEDUH”

Design a site like this with WordPress.com
Get started