Barang kali kita adalah jarak
yang saling melepas tanpa benar-benar hilang
kau mengapung di mataku
seperti kenangan yang belum selesai
dan aku diam di tepi hari
menjaga sebaris kata
yang belum sempat kupeluk
sampai jumpa.

Barang kali kita adalah jarak
yang saling melepas tanpa benar-benar hilang
kau mengapung di mataku
seperti kenangan yang belum selesai
dan aku diam di tepi hari
menjaga sebaris kata
yang belum sempat kupeluk
sampai jumpa.

Di antara rindang yang tak diam,
perahu kertas melaju pelan.
warna-warni itu bukan pelarian,
melainkan pesan yang dititipkan.
Tak semua harus kembali.
Ada yang cukup hadir,
lalu abadi
sebagai salam yang lestari.

Sangu Wani
Lukisan pertama dari seri Pangupojiwo
Tentang keberanian kecil yang lahir dari bekal keyakinan.

Pasar mala ini sunyi dari sosok, tapi tidak dari rasa.
Tenda-tenda berdiri, Lampu-lampu menyala, roda bianglal tetap berputar.
seolah baru saja seseorang lewat atau kadang datang,
barang kali memang selalu ada, tapi tak perlu digambar.
“Lelakon” adalah tentang ruang hidup. Tempat di mana manusia menjadi manusia.

Lahir dari rahim angin,
menyimpan gelegar badai di setiap ototnya.
matanya menyala, menembus kabut dan waktu,
melangkah di dahan, melesat di langit.
jiwa ksatria menuntunnya pada jalan pengabdian,
tak tergoda pujian, tak gentar oleh maut,
takdirnya buka sekadar menghunus senjata,
tetapi menegakkan janji yang diucap di dalam dada.
Selama masih ada satu cahaya di ufuk,
ia akan terbang mengejarnya.

Ia bukan sekadar ksatria,
ia badai yang menolak dijinakkan,
liar sejak mula, buas karena setia,
menyapu angkara
demi janji yang tak pernah pudar.

Bahwa setiap perjalanan punya waktunya,
dan kemakmuran sejati adalah keberanian
untuk menunggu.

Belantara ini bukan tempatmu tersesat.
Ia adalah tempatmu menemukan dirimu,
Menemukan “kemakmuran” yang tak terlewat.

Di telaga yang menyimpan urat emas bumi, perahu kertas belajar menua tanpa kehilangan lipatannya.
Di sinilah kemakmuran tinggal, di tubuh yang diam dan hati yang penuh.

Hidup selalu bergerak di antara kontras.
Kompromi mengingatkan, keseimbangan bukan meniadakan perbedaan,
melainkan berani menerima keduanya.
