DALAM TENANG

Karya ini saya buat dengan membiarkan tubuh dan rasa bergerak tanpa dorongan untuk menjelaskan apa pun. Lapisan biru saya biarkan bertemu, bertabrakan, lalu menemukan ritmenya sendiri. Emas hadir bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai penanda momen ketika batin terasa terang.
Bagi saya, tenang bukan keadaan kosong. Ia adalah ruang tempat semua gelombang diterima tanpa perlu ditolak. Dalam proses ini, saya belajar diam sambil tetap bergerak, hadir tanpa harus menguasai. Dari sanalah rasa raharja itu muncul, pelan, dan menetap.

Akrilik pada kanvas
150 x 120 cm
Raharja Series
Yogyakarta, Januari 2026

TEDUH

Di tengah gerak warna yang saling bersahutan, saya belajar bahwa ketenangan bukanlah ketiadaan gelombang, melainkan kesediaan untuk berserah. Emas dan biru bertemu seperti langit dan bumi yang saling merengkuh dalam batin.
Saya percaya, teduh adalah ruang ketika hati berhenti melawan, lalu perlahan memahami bahwa tidak semua harus dikendalikan. Sebab sering kali, damai hadir saat saya mengizinkan diri dituntun oleh kehendak-Nya.

Akrilik pada kanvas
120 x 120 cm
Raharja Series
Yogyakarta, Januari 2026

SEGALA YANG TERJADI

Tidak semua yg hadir bisa saya mengerti saat itu juga. Sebagian datang sebagai riuh, retak, dan sebagai warna yang belum menemukan bentuknya.
Dalam karya ini saya belajar untuk tidak selalu mengendalikan, tetapi menerima.
Perlahan saya memahami bahwa raharja bukan tentang hidup tanpa gelombang, namun tentang hati yg lapang terhadap segalanya. Karena seringkali, ketenangan lahir dari kesediaan untuk tunduk pada takdir.

Akrilik Pada Kanvas
150 x 100 cm
Raharja Series

BERLAPIS

Di antara warna yang saling tindih, saya belajar menerima bahwa hidup tidak pernah tunggal.
Ada marah yang mengendap, ada rindu yang berdiam, ada doa yang terus bergetar pelan.
Raharja bukan tentang menghapus luka,
melainkan berdamai dengan seluruh lapisan diri, dan tetap memilih utuh.

Akrilik Pada Kanvas
100 x 200 cm
Raharja Series
Yogyakarta, Januari 2026

MASIH JALAN

“Masih Jalan” adalah pengakuan bahwa hidup tidak pernah benar-benar berhenti pada satu titik utuh.
Ia bergerak, terhuyung, membentur, tetapi tetap mengalir.
Raharja bukanlah keadaan tanpa konflik, melainkan keberanian untuk terus melangkah di tengah warna-warna yang bertabrakan.

Akrilik Pada Kanvas
140 x 200 cm
Raharja Series
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Januari 2026

RAWUH

Ada yang datang tanpa suara. Hadir perlahan seperti cahaya yang jatuh ke dalam gelombang hidup, membaur dan menjadi bagian dari arus yang terus bergerak.
Rawuh adalah momen ketika rasa, kesadaran, atau berkah tiba pada waktunya. Kita hanya perlu cukup tenang untuk menyadari bahwa sesuatu telah hadir.

Akrilik pada kanvas
100 x 100 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Maret 2026

SUMEBAR

Ada yang datang perlahan, lalu bergerak ke segala arah. Rasa yang tak lagi bisa tinggal diam, menjalar menjadi warna, menjadi gerak, memenuhi ruang yang sebelumnya sunyi.
Barangkali begitulah hidup bekerja. Apa yang hadir di dalam diri, pada waktunya akan menyebar dan menemukan jalannya sendiri

Akrilik Pada Kanvas
100 x 100 cm
Wooden Frame
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Maret 2026

ANTARA

Di antara laut yang bergolak
dan langit yang tak bersuara,
ada percik kecil yang naik
membawa sesuatu yang tak sempat diucapkan.
Mungkin doa.
Mungkin juga hanya hati
yang sedang belajar tenang.

Akrilik Pada Kanvas
120 x 100 cm
Wooden frame
Miftah Rizaq
Yogyakarta, Maret 2026

Design a site like this with WordPress.com
Get started