NAKAL

Kali ini aku memejamkan mata lagi,
seperti biasanya, hanya sekejap.
tapi semua berputar-putar
membawa tenang yang luas,
menjinjing diam yang puas.

Kepada sang waktu,
aku memintanya berjalan sedikit lebih lambat kali ini.
agar tidak tergesa-gesa lagi aku
bertatap muka dengan nyata dunia.

Pelan-pelan kutiup sruling doa,
berharap suaranya bisa
membangkitkan semoga agar segera.

Sementara aku di sini dulu ya!

MEDITASI

Begini saja,
sekarang kita sama-sama mengingat
tentang cara untuk melupakan.

Kapan pertama kali kau mencium hujan?
bukan kah ia datang selepas kemarau panjang?

Dan tangis mu memecah hening
dan mendermakan hidupnya untuk sepi.
lalu aku pergi di antara
kaki kursi yang malah mulai menyilang.

Begini saja,
sekarang kita sama sama mengamati
tentang cara untuk melupakan.

sanggupkah aku?
sanggupkah aku?

KITA SENDIRI YANG CIPTAKAN KIAMAT INI

Langit merah merekam luka,
sementara bumi terbaring sebagai tubuh
yang kita sakiti perlahan.

Pohon-pohon patah adalah doa yang tak sempat selesai,
dan puing-puing itu
adalah jejak rakus kita
yang tak pernah tahu batas.

bencana datang bukan sebagai murka,
melainkan cermin
yang memantulkan siapa sebenarnya kita.

Namun di tengah kehancuran,
satu tunas tetap bertahan,
mengajarkan bahwa harapan hidup tetap ada
asal kita berhenti membunuh bumi
dengan tangan kita sendiri.

KEEP CALM

Di tengah riak yang gaduh,
ia duduk diam,
menjemput sunyi sebagai jalan pulang.

Teratai mekar bukan karena air tenang,
melainkan karena lumpur yang diterima
tanpa dendam.

Nafas menjadi doa,
hening menjelma ibadah,
dan hati belajar tunduk
tanpa merasa kalah.

bukan berarti tak ada badai,
melainkan iman yang memilih
tidak ikut ribut bersama gelombang.

Di titik paling sunyi,
tuhan hadir
sebagai damai
yang tak perlu di bela dengan suara.

DO’A PEMBUKA

Sebelum kata menjadi suara,
aku duduk dihadapan-mu sebagai hening .
tak membawa apa-apa
selain niat yang sering goyah.

Seekor buruh hitam berjaga
di batas antar tahu dan pasrah,
sementara tanda-tanda dunia
berlalu seperti kertas di udara.

Doa ini bukan permintaan,
melainkan penyerahan arah.
agar langkah pertama
tak tersesat oleh aku,
dan setiap lantun
kembali kepada-Mu
sebagai pulang yang sebenar.

Design a site like this with WordPress.com
Get started