TERNYATA TAK APA

Tidak perlu menang.
Beberapa pertarungan memang harus diikhlaskan.

Badai yang menggulung,
kian membesar bersama gelombang ragu,
takut yang mengombak,
dan khawatir yang sekokoh karang,
juga angin kebimbangan yang menghantam,

ternyata tidak semua itu harus dilawan,
ternyata tak apa menunggu reda.

Ah,
tenyata memang tak apa menunggu reda.

SIMPUH

Tidak duduk,
tidak juga apalagi berlari,
Aku sadar bahwa tidak perlu
melompat untuk menggapaimu,
Wahai Yang Maha Tertinggi.

Karena memang
tak akan pernah bisa aku menggapaimu.
engakaulah yang menggapaiku,
Wahai Yang Maha Memelihara.

Karena memang
akulah yang memerlukanmu,
Wahai Yang Maha Besar.

Izinkan aku dan simpuhku ini
mengenalmu sebelum akhirnya
kau jatuhkan cinta untukku
supaya aku sanggup terus bersujud.

SERAH

Ada hal-hal yang tak bisa kita paksa,
tak bisa kita simpan,
dan tak bisa kita perbaiki sendirian.
maka,serah bukan tanda kalah,
tapi cara paling manusiawi untuk menjaga waras.

Kadang, reda datang
saat kita belajar berserah tanpa bertanya lagi kenapa.

PULIH

Mempersilakan waktu mengantarkan apa saja yang diperlukan untuk pulih.
Membiarkan waktu melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk pulih.
Merelakan waktu menyingkirkan apa saja yang diharuskan untuk pulih.
Dan mencukupkan waktu untuk membangun apa saja yang diinginkan untuk pulih.

MELEPAS SEIMBANG

Dari sekian banyak yang tak bisa ku genggam,
ada beberapa hal yang terus ku peluk erat.
salah satunya adalah diriku sendiri.

Dari sebegitu banyak yang meninggalkanku,
ada sebagian yang tetap kusemogakan.
salah satunya adalah seimbangku.

Dari semua yang hilang,
ada sedikit hal yang selamanya kuusahkan.
salah satunya adalah melatih maafku.

beberapa hal memnag harus dilepas agar seimbang,
beberapa lagi harus seimbang agar tidak lepas.

Design a site like this with WordPress.com
Get started