TUMITAH

Di tepi ombak, karya ini lahir tanpa nama, tanpa tujuan selain rawuh. Ia bukan bagian seri manapun, bukan pula rangkaian, ia tumitah. Seperti manembah tanpa suara, menyatu dengan pasir, angin, dan rasa. Lir tanpa bentuk, namun ngemban makna. Title : TUMITAHSeries : –Mix Media On Canvas80 x 60 cmMiftah RizaqGunung Kidul, Juni 2025

HADIR

Lukisan ini lahir setelah saya duduk cukup lama di tepi Pantai.Menghirup angin, mendengar ombak, menyaksikan buih dan burung-burung yang melintas.Semua terasa hidup. Semua mengajak untuk benar-benar hadir. Saya berdiri di hadapan kanvas tanpa rencana, tanpa keraguan.Hanya tubuh, warna, dan rasa yang ingin jujur.Karena hidup tak selalu harus dimengerti, cukup dirasakan, dihayati, dan dihadiri. Title :Continue reading “HADIR”

Harmoni dalam PERAYAAN

Saya melanjutkan proses melukis di kebun kecil sebelah rumah dengan tubuh terbuka pada udara pagi, kaki menyentuh tanah, dan gending Jawa yang mengalun pelan di kejauhan. Dupa mengepul, langit teduh, dan suara-suara alam menyatu dalam irama yang tidak saya atur, tapi saya ikuti. Di atas kanvas, saya tidak sedang memaksakan bentuk.Saya mendengarkan gerak tangan, mengikutiContinue reading “Harmoni dalam PERAYAAN”

Konstelasi Do’a

Di antara gelap malam dan diam langit, kita mengenali keberadaan bintang-bintang—cahaya kecil yang memberi arah, harapan, dan kadang hanya sekadar kehadiran. Konstelasi Do’a adalah upaya saya dalam merangkai cahaya-cahaya itu: pengalaman, ledakan harapan, dan monolog–dialog spiritual yang selama ini tumbuh dalam diri. Konstelasi Do’a adalah peta rasa yang tak hendak menuntun, tapi mengajak merenung. DiContinue reading “Konstelasi Do’a”

Design a site like this with WordPress.com
Get started