BELAJAR DUA SISI MAAF

Di sisi luka, Tuhan menumbuhkan restu,
Di sisi dosa, tumbuh rindu yang malu- malu.
Di sisi marah, hati belajar jadi teduh,
dan setiap sakit, ternyata cuma jalan pulang yang baru.

Di sisi benci, kasih mulai tau arah,
di sisi jatuh, rahmat menunggu.
di sisi diam, waktu ikut bersujud,
menyembah dalam sunyi yang tak butuh nama siapapun di situ.

Sebab maaf itu punya dua pintu,
satu untuk yang memohon, satu untuk yang bersedia membuka.
dan keduanya sama-sama disinari Oleh-Mu,
Karena aku tidaklah penting, walaupun ini tentangku.

SRAWUNG

Srawung itu bukan cuma ngobrol atau nongkrong.
Itu latihan ngalah, latihan ngerti, latihan nerimo perbedaan tanpa ngaku paling bener.
Kalau srawungmu cuma biar disukai, itu dagang, bukan hubungan.
Kalau cuma sama yang sejalan, itu geng, bukan kemanusiaan.

YANG TERLAMPAUI

“Ada batas yang harus kita langkahi, bukan untuk melawan Tuhan,
tapi untuk menemukan diri di hadapan-Nya.
Di sana, aku sadar bahwa yang terbatas itu bukan Dia, tapi aku.
Maka kutundukkan kepala, dan kulepaskan semua nama yang kusebut “aku”.”

Title : YANG TERLAMPAUI
Series : MANUSIA YANG MANUSIA
Acrylic On Canvas
40 x 60 cm
Miftah Rizaq
Yogyakarta, October 2025

MEMAHAMI BATAS

Kadang hidup ini bukan tentang mencari tahu, tapi belajar
menerima bahwa tidak semua hal mesti dimengerti.
ada hal-hal yang memang hanya bisa dirasa, bukan di jelaskan.

Seperti laut yang luas,semakin kita renangi justru semakin sadar
betapa kecil nya kita.

Disitulah Gusti Allah menanamkan pelajaran, lewat rasa jengkel,
bingung, dan pasrah yang tumbuh jadi kesadaran.

bahwa manusia hanya penafsir, Bukan pemilik kebenaran.
dan memahami batas ternyata juga bagian dari cara untuk
mengenal-Nya.

HAKIKI

“Hakiki” adalah pertemuan antara Tuhan dan manusia dalam ruang keseharian. Tentang kesadaran yang tidak lagi mencari, tapi menyadari.

Kita bertemu di setiap sujud,
juga berjumpa di rapalan doaku,
bahkan bersua disaat aku mengaminkannya.

Kita bertemu selalu,
juga berjumpa terus,
hanya kadang aku dan keterbatasanku yang lupa,
bahwa engkau adalah segalanya.

TAMU AGUNG

“Tamu Agung” adalah perenungan tentang kehadiran Ilahi sebagai sesuatu yang selalu diundang dan selalu datang. Bukan dalam bentuk wujud, tapi rasa.

Perjumpaan antara manusia dengan ketenangan terdalamnya, antara aku dan Engkau yang tak pernah benar-benar terpisah.

SELARAS

Ada yang berpikir di kepala,
ada yang bergetar di dada.
kedua nya sama-sama mencari arah,
namun tak lagi ingin menang sendiri.

Sebab jalan pulang bukan milik logika,
dan ketenangan bukan milik rasa.
keduanya hanyalah sayap
yang bila dipatahkan salah satunya,
manusia jatuh dari keseimbangannya.

Maka aku biarkan keduanya berbicara,
tanpa saling menuduh,tanpa tergesa,
sampai diam menjadi guru,
dan selaras menjadi doa.

RUANG UNTUK DIRI SENDIRI

Tolong sisakan sedikit untukku
ruang yang bisa kuisi dengan diam,
yang kadang jika malam datang
bersamaan dengan banyaknya tanda tanya
yang tanpa sopan santun mengobrak-abrik isi kepala
itu bisa kulewati atau kulawan dengan jawaban biasa.

Tolong sisakan sedikit untukku
ruang yang bisa kuisi dengan diriku sendiri
yng kadang saat siang menjelang
bersama dengan banyaknya tanda seru
yang berburu, berlomba-lomba seolah
hanya mereka yang terburu-buru itu
bisa kujalani atau kurangkul tanpa saru.

Tolong sisakan sedikit
ruang untuk diri sendiri.

Design a site like this with WordPress.com
Get started